Page 30 of 54

Porsche 944 Turbo Cup: Mobil Balap Satu Merek Era 80-an

1986 Porsche 944 Turbo Cup | Gooding Christie's

Porsche yang Gak Harus 911

Waktu ngomongin Porsche, yang kepikiran pertama pasti 911 mercedes saigon . Tapi tunggu dulu—ada satu model yang sering kelewat tapi punya sejarah balap keren, yaitu Porsche 944 Turbo Cup. Mobil ini bukan cuma versi cepat dari 944 biasa, tapi emang dibuat khusus buat balap satu merek alias “one-make race series”.

Dari akhir 1980-an, Porsche bikin kejuaraan sendiri pakai mobil ini. Semua pembalap pakai spek mobil yang sama, jadi balapannya lebih adil dan seru banget!


Awal Mula: Dibuat Buat Balapan

Porsche 944 Turbo Cup muncul pertama kali tahun 1986, sebagai bagian dari Porsche Cup Series di Jerman. Idenya simpel: bikin balapan di mana semua mobil sama, jadi yang diuji bukan mobilnya, tapi skill pembalapnya.

Makanya, 944 Turbo Cup ini dibuat khusus oleh pabrikan dengan setting balap langsung dari pabrik (factory race-prepped). Jadi meski mobil ini keliatan mirip dengan versi jalan raya, sebenarnya ini udah siap tarung di trek.


Mesin dan Performa: Turbo Beneran, Bukan Gimmick

Kalau versi jalan dari 944 Turbo aja udah kenceng, yang versi Cup ini lebih gila lagi. Mesinnya tetap 2.5 liter turbocharged inline-4, tapi dapet tuning khusus yang bikin tenaganya tembus sekitar 250 HP.

Tapi bukan cuma tenaga yang bikin beda. Porsche ngurangin bobot mobil sampai sekitar 1.100 kg. Gimana caranya?

  • Jok belakang dicopot

  • Peredam suara dihilangkan

  • Komponen interior dibuat minimalis

  • Pakai kaca lebih tipis

Jadinya akselerasi lebih ganas dan handling lebih tajam. Cocok banget buat ngebut di sirkuit.


Handling dan Teknologi: Siap Buat Tikungan Tajam

Yang bikin Porsche 944 Turbo Cup ini disukai banyak pembalap adalah keseimbangannya. Posisi mesin di depan, tapi transmisinya di belakang (transaxle), bikin bobot nyaris 50:50. Ini penting banget buat stabilitas waktu cornering.

Suspensinya juga udah disetel khusus buat balap:

  • Pakai adjustable coilovers

  • Rem racing yang lebih besar

  • Velg ringan dengan ban slick

Intinya, ini mobil udah tinggal gas, nggak perlu dioprek-oprek lagi.


Desain Eksterior: Gaya Balap yang Nggak Norak

Secara tampilan, 944 Turbo Cup memang nggak sekeren mobil balap GT modern, tapi justru itu yang jadi daya tariknya. Gayanya simpel, bersih, dan fungsional.

Yang paling kelihatan beda:

  • Fender depan-belakang lebih lebar

  • Spoiler belakang yang lebih besar

  • Livery khas tim balap (kalau versi kompetisi)

  • Pelek ringan khas Porsche motorsport

Meski nggak banyak pernak-pernik, mobil ini punya aura “track ready” yang otentik.


Produksi Terbatas, Nilai Koleksi Tinggi

Namanya juga mobil balap pabrikan, Porsche 944 Turbo Cup dibuat dalam jumlah sangat terbatas. Diperkirakan hanya sekitar 200–300 unit yang benar-benar versi Cup murni. Ini yang bikin mobil ini sekarang jadi incaran kolektor Porsche klasik.

Harga unit orisinal (dengan bukti sejarah balap) bisa tembus miliaran rupiah, apalagi kalau pernah ikut seri resmi kayak Porsche Cup Jerman atau Kanada.


Warisan dan Pengaruh: Nenek Moyang Cup Car Modern

Kalau kamu lihat balapan Porsche Carrera Cup zaman sekarang, semuanya bisa dibilang berawal dari Porsche 944 Turbo Cup ini. Konsep “mobil satu merek, skill jadi penentu” itu jadi fondasi buat motorsport Porsche sampai sekarang.

Bahkan beberapa pembalap profesional terkenal mulai kariernya dari sini. Jadi walau 944 ini kadang dianggap “bukan Porsche sejati” karena bukan 911, sejarahnya di dunia balap nggak bisa diremehkan.


Penutup: Mobil Balap Rasa Jalan Raya

Porsche 944 Turbo Cup adalah bukti bahwa mobil balap nggak harus overkill. Dengan setup yang pas dan performa yang konsisten, mobil ini jadi legenda di zamannya. Buat pecinta mobil klasik dan balap, ini salah satu Porsche yang paling “worth it” buat dimiliki—asal kamu bisa nemu unit aslinya, ya!

Opel Corsa A TR: Rally Homologation dari Corsa Klasik

Opel Corsa A TR

Si Kecil yang Punya Taring

Kalau kamu pernah lihat Opel Corsa mercedes saigon jadul di jalanan, mungkin kamu bakal mikir itu cuma mobil kecil biasa buat ke pasar. Tapi jangan salah. Ada satu versi dari Corsa generasi pertama yang beda banget: Opel Corsa A TR . Mobil ini bukan cuma buat harian, tapi dibuat khusus biar bisa ikut balapan rally!

Jangan bayangin Corsa A TR ini ada di brosur resmi showroom. Ini mobil homologasi—artinya dibuat dalam jumlah terbatas supaya versi balapnya bisa ikut kejuaraan resmi. Unik, langka, dan sekarang jadi incaran kolektor.


Asal Usulnya: Rally Jadi Alasan Lahirnya Corsa A TR

Di era 1980-an, balapan rally lagi naik daun banget, dan banyak pabrikan mobil bikin versi jalan raya dari mobil balap mereka. Opel pun nggak mau kalah. Mereka ambil basis dari Corsa A, mobil kecil FWD yang kompak, terus dibuat versi “ngebutnya” yang dinamain Corsa A TR.

TR sendiri singkatan dari “Touring Rally”, bukan “Turbo” kayak yang sering disalahartikan. Tujuannya? Supaya bisa ikut balapan di kelas Group A, yang waktu itu mewajibkan mobil balap punya versi produksi masal.


Spesifikasi: Lebih Garang dari Tampilan Luar

Walaupun tampilannya simpel dan nggak neko-neko, dalemannya beda cerita. Corsa A TR ini dapet mesin 1.3L dengan injeksi, bukan karburator biasa. Tenaganya sekitar 82-90 HP, cukup buas untuk bobot mobil yang super ringan (kurang dari 850 kg!).

Selain itu, mobil ini juga dapet:

  • Suspensi yang lebih stiff

  • Rem yang ditingkatkan

  • Gearbox close-ratio buat akselerasi cepat

  • Velg ringan khas mobil balap

Jadi, meskipun keliatan kalem, performanya jauh di atas Corsa biasa.


Desain: Gaya Sederhana Tapi Siap Tempur

Dari luar, perbedaan Corsa A TR nggak terlalu mencolok. Tapi buat mata yang jeli, kamu bisa lihat:

  • Fender sedikit lebih lebar

  • Spoiler kecil di belakang

  • Lencana TR yang langka

  • Velg khusus berukuran lebih besar

Interiornya juga agak spartan, sesuai kebutuhan balap. Joknya semi-bucket, dan kadang dilengkapi roll-cage ringan untuk versi kompetisi.


Produksi Terbatas: Bikin Nilainya Naik Tajam

Namanya juga mobil homologasi, jumlah produksinya sangat terbatas. Diperkirakan cuma diproduksi beberapa ratus unit saja, dan mayoritas hanya beredar di Eropa.

Makanya sekarang mobil ini langka banget, apalagi dalam kondisi orisinal. Di pasar kolektor, harganya bisa menyamai mobil sport kecil, tergantung kondisi dan dokumen sejarahnya.


Status Hari Ini: Jadi Buruan Kolektor Mobil Klasik

Corsa A TR kini bukan cuma sekadar mobil kecil jadul. Buat para penggemar mobil klasik dan rally, mobil ini punya nilai sejarah tinggi. Beberapa unit bahkan udah direstorasi total dan dipajang di pameran otomotif bergengsi.

Di Indonesia sendiri, keberadaan Corsa A TR nyaris nggak ada. Kalaupun ada, pasti udah dimodif atau disamarkan jadi Corsa biasa. Tapi buat pecinta mobil klasik sejati, menemukan satu unit Corsa A TR asli itu kayak nemu harta karun.


Penutup: Kecil-Kecil Cabai Rawit

Opel Corsa A TR nunjukin kalau mobil kecil pun bisa punya DNA balap yang serius. Dibuat khusus buat homologasi rally, mobil ini jadi salah satu versi paling spesial dari Corsa generasi pertama. Buat kamu yang suka sejarah otomotif dan mobil langka, Corsa A TR jelas layak masuk wishlist.

BMW M535i E12: Pionir Sebelum M5 Lahir

1981 BMW M535i (E12)

Awal Mula Sebelum M5 Tenar

Kalau kamu kenal BMW M5 sebagai sedan buas yang nyaman, tahu nggak kalau semua itu berawal dari M535i E12 https://mercedes-saigon.com/ ? Yup, sebelum M5 resmi dilahirkan, BMW udah lebih dulu nyoba bikin sedan performa tinggi lewat M535i. Mobil ini jadi pionir konsep “mobil keluarga rasa balap”.

Diperkenalkan sekitar tahun 1980, M535i berbasis dari BMW Seri 5 generasi pertama (E12). Tapi jangan salah, meski tampangnya klasik, tenaganya nggak kalah galak sama mobil-mobil modern.


Desain Simpel Tapi Gagah

Dilihat dari luar, desain M535i E12 emang kelihatan sederhana, khas mobil Eropa tahun 70-80an. Tapi justru di situlah daya tariknya. Garis bodi tegas, lampu depan bulat ganda, dan gril khas BMW bikin tampilannya tetap keren sampai sekarang.

Beberapa versi bahkan udah dibekali spoiler depan dan belakang yang waktu itu dianggap cukup sporty. Ditambah emblem “M535i” yang jadi simbol bahwa mobil ini beda dari 5 Series biasa.


Mesin Bertenaga, Nggak Cuma Gaya

Nah, bagian paling menarik tentu ada di balik kap mesinnya. BMW M535i E12 dibekali mesin M30B34 3.5 liter inline-six yang bisa ngeluarin tenaga sekitar 218 hp. Waktu itu, angka segitu udah termasuk “kenceng banget”, apalagi buat ukuran sedan.

Transmisi manual 5-percepatan bikin pengalaman nyetir makin seru. Mobil ini bisa melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu sekitar 7 detik. Belum ada turbo, belum ada komputer canggih—semua murni dari mesin dan kaki-kaki.


Suspensi dan Handling Nggak Main-Main

BMW dari dulu terkenal dengan pengendalian yang mantap, dan M535i E12 nggak ketinggalan. Suspensinya dibuat lebih kaku dari versi biasa, rem lebih besar, dan setir yang lebih responsif.

Bahkan untuk ukuran zaman sekarang, banyak yang bilang M535i masih punya feel berkendara yang asyik banget. Kalau kamu suka mobil yang “nyambung sama tangan dan kaki”, ini mobil yang wajib kamu cobain.


Langka dan Dicari Kolektor

Karena diproduksi dalam jumlah terbatas, sekarang M535i E12 jadi buruan kolektor. Produksinya hanya sekitar 1.650 unit di seluruh dunia, dan nggak semuanya masih selamat atau dalam kondisi bagus.

Harga unit orisinal yang masih mulus bisa tembus ratusan juta sampai miliaran rupiah, tergantung kondisi dan kelengkapan. Jadi kalau kamu punya satu, bisa dibilang kamu punya sepotong sejarah BMW M.


Punya Peran Besar di Keluarga “M”

M535i bukan cuma mobil keren. Dia juga punya peran penting dalam sejarah BMW Motorsport (M Division). Mobil ini yang pertama kali coba gabungin kenyamanan sedan dengan performa mobil sport.

Dari situlah BMW belajar dan akhirnya melahirkan BMW M5 E28 beberapa tahun kemudian. Tanpa M535i, mungkin M5 nggak akan lahir secepat itu. Bisa dibilang, M535i adalah “prototype jalanan” dari M5 yang kita kenal sekarang.


Gimana Rasanya Nyetir BMW M535i?

Buat yang udah pernah nyetir M535i, pasti ngerti kenapa mobil ini punya banyak penggemar. Suara mesinnya khas, torsi terasa dari putaran bawah, dan sensasi manual shifting-nya bikin nagih.

Nggak ada fitur canggih macam traction control, ABS, atau cruise control. Tapi justru itu yang bikin pengalaman nyetirnya terasa “pure” dan jujur. Kamu jadi benar-benar merasa satu dengan mobil.


Kesimpulan: Bukan Sekadar Sedan Tua

BMW M535i E12 bukan cuma mobil tua yang keren dilihat. Dia adalah bagian penting dari sejarah mobil performa Eropa. Sebagai pendahulu M5, M535i udah berhasil nunjukin kalau sedan bisa punya tenaga dan handling layaknya mobil balap, tanpa harus kehilangan kenyamanan.

Kalau kamu penggemar BMW sejati, M535i E12 adalah mobil wajib tahu, bahkan mungkin wajib punya. Dia bukan cuma legenda, tapi juga saksi lahirnya era mobil sport berkelas.

Porsche 911 RSR 2.8: Mesin Balap dalam Tubuh Jalanan

1973 Gulf Blue Porsche 911 2.8 Carrera RSR For Sale in the UK — Supercar  Nostalgia

Kenalan Dulu Sama Porsche 911 RSR 2.8

Kalau kamu penggemar mobil sport, nama Porsche 911 https://mercedes-saigon.com/ pasti udah nggak asing lagi. Tapi kalau ditambahin “RSR 2.8”, itu artinya kamu lagi ngomongin sesuatu yang lebih gahar dan legendaris. Porsche 911 RSR 2.8 ini bukan sekadar mobil buat dipamerin di parkiran. Ini mobil yang lahir dari lintasan balap, tapi tetap bisa kamu lihat di jalanan umum (meskipun sangat jarang).

Mobil ini pertama kali muncul di awal tahun 1973, hasil pengembangan dari Porsche 911 S yang udah dimodifikasi buat ikut ajang balap ketat. Versi RSR 2.8 punya tenaga dan performa yang bikin banyak pembalap lain minggir.


Tampang Klasik, Tapi Isi Mesin Ganas

Dari luar, mobil ini emang masih kelihatan kayak 911 biasa. Desainnya khas Porsche: lampu bulat, bodi melengkung, dan buritan agak tinggi. Tapi jangan tertipu. Di balik tampilannya yang terkesan kalem itu, ada mesin flat-six 2.8 liter yang bisa ngeluarin tenaga sekitar 300 horsepower.

Buat ukuran mobil tahun 70-an, itu udah kenceng banget. Ditambah bobotnya yang super ringan (kurang dari 900 kg), mobil ini bisa melesat kayak roket. Karena itu juga, Porsche RSR 2.8 sering disebut sebagai mobil yang lebih cocok di sirkuit ketimbang di jalanan.


Dibuat Terbatas, Jadi Barang Kolektor

Satu hal yang bikin Porsche 911 RSR 2.8 makin spesial: jumlah produksinya sangat terbatas. Kabarnya cuma sekitar 55 unit yang pernah dibuat. Jadi kalau kamu lihat mobil ini dijual di pelelangan, jangan heran kalau harganya bisa tembus jutaan dolar.

Karena langka banget, mobil ini sekarang jadi barang incaran kolektor di seluruh dunia. Bukan cuma karena performanya, tapi juga karena sejarah dan nilai ikoniknya di dunia otomotif.


Pernah Jadi Raja di Arena Balap

Porsche 911 RSR 2.8 bukan cuma keren di atas kertas. Mobil ini beneran berjaya di lintasan balap. Salah satu prestasi paling membanggakan adalah menang di kelas GT pada ajang 24 Hours of Daytona dan tampil dominan di berbagai balapan endurance lainnya.

Dengan setup suspensi balap, rem cakram berventilasi, dan transmisi manual 5-percepatan, mobil ini dirancang buat ngacir selama berjam-jam tanpa ngeluh. Kombinasi aerodinamika yang diperhitungkan dan mesin responsif bikin dia jadi mimpi buruk buat pesaingnya.


Gimana Rasanya Nyetir Porsche 911 RSR 2.8?

Kalau kamu pernah nyetir Porsche modern, mungkin kamu bakal ngerasa beda banget waktu nyetir yang satu ini. Nggak ada bantuan elektronik canggih. Semuanya serba manual. Tapi justru di situlah letak keseruannya.

Kamu bener-bener “terhubung” sama mobil. Setiap belokan, setiap perpindahan gigi, setiap suara knalpot yang ngebas… semuanya bikin adrenalin naik. Ini bukan mobil buat harian. Ini mobil buat kamu yang suka tantangan dan punya passion tinggi sama mobil klasik.


Kesimpulan: Mobil Balap yang Nggak Pernah Mati Gaya

Porsche 911 RSR 2.8 itu kayak legenda yang nggak pernah luntur. Meski usianya udah lebih dari 50 tahun, mobil ini tetap jadi simbol kecepatan, gaya, dan engineering kelas dunia. Punya satu rasanya kayak punya karya seni yang bisa ngebut.

Kalau kamu pecinta mobil sejati, mobil ini layak buat masuk daftar impian. Nggak cuma karena performanya, tapi juga karena sejarah panjang dan prestasinya di dunia balap.

Auto Union 1000 Coupe: Sebelum Era Audi Dimulai

1959 Auto Union 1000 Sp Coupe for sale on BaT Auctions - closed on May 20, 2023 (Lot #107,780) | Bring a Trailer

Mobil Klasik yang Sering Terlupakan

Kalau kita bicara soal Audi, yang kebayang pasti mobil-mobil modern yang elegan dan canggih. Tapi nggak banyak yang tahu, sebelum Audi jadi brand seperti sekarang, dulu ada yang namanya Auto Union.

Nah, salah satu model legendaris mereka adalah Auto Union 1000 Coupe https://mercedes-saigon.com/ , mobil dua pintu dengan desain yang ikonik dan mesin yang unik banget — mesin 2-tak! Mobil ini diproduksi antara tahun 1958 sampai awal 60-an, dan jadi bagian penting dari sejarah otomotif Jerman.


Desain yang Nggak Biasa tapi Keren

Lihat mobil ini sekilas, langsung kelihatan banget nuansa klasiknya. Garis bodi yang membulat, gril depan kecil, dan lampu bulat ganda bikin tampilannya retro abis. Coupe ini punya bentuk yang ramping dan elegan, sangat menggambarkan desain Eropa era 50–60an.

Yang unik dari Auto Union 1000 Coupe ini adalah posisi spion yang nempel di fender depan, bukan di pintu kayak mobil zaman sekarang. Velg kaleng dengan dop krom juga menambah aura klasiknya. Dan kalau kamu lihat bagian belakangnya, desain lampunya cukup minimalis tapi tetap enak dipandang.


Interior Sederhana tapi Berkelas

Masuk ke dalam kabin, kamu bakal merasakan vibe tahun 60-an banget. Dashboard-nya simpel, dengan instrumen analog berbentuk bulat, dan kemudi besar bergaya vintage. Meskipun fiturnya terbatas, kabinnya dibuat cukup nyaman.

Jok depannya bisa dilipat untuk akses ke kursi belakang. Material jok biasanya dilapis bahan vinil atau kain, tergantung trim-nya. Warna interior juga biasanya senada dengan warna eksterior, jadi kesannya rapi dan klasik.


Mesinnya 2-Tak, Serasa Naik Motor Besar

Salah satu hal paling menarik dari Auto Union 1000 Coupe adalah mesinnya. Mobil ini pakai mesin dua langkah (2-tak) 3 silinder berkapasitas 981 cc. Tenaganya sekitar 50 hp, dan karena ringan, mobil ini cukup gesit di jamannya.

Mesin 2-tak memang agak berbeda sama mesin 4-tak biasa. Suaranya lebih nyaring, aromanya khas, dan cara kerjanya lebih simpel. Tapi inilah yang bikin mobil ini unik dan dicari kolektor. Karena sekarang mesin 2-tak udah sangat langka di dunia mobil.


Penggerak Roda Depan? Ya, Serius!

Auto Union 1000 Coupe adalah salah satu mobil Eropa awal yang udah pakai penggerak roda depan. Di masa itu, kebanyakan mobil masih pakai penggerak belakang. Jadi teknologi ini termasuk inovatif.

Handling mobil ini cukup lincah untuk ukuran mobil lawas. Suspensinya juga nyaman buat jalanan Eropa yang berbatu waktu itu. Meskipun belum bisa dibandingkan dengan mobil modern, tapi pengalaman nyetir mobil ini tetap menyenangkan.


Menjadi Pondasi Kelahiran Audi

Setelah era Auto Union, perusahaan ini akhirnya bergabung dengan beberapa brand lain seperti DKW dan NSU. Di sinilah kemudian nama Audi kembali digunakan dan mulai membangun reputasi sebagai brand mobil premium Jerman.

Jadi, bisa dibilang Auto Union 1000 Coupe adalah nenek moyangnya Audi. Desain, teknologi, dan filosofi dasarnya banyak diwariskan ke Audi-Audi generasi awal.

Makanya, punya mobil ini tuh bukan cuma soal gaya, tapi juga soal menghargai sejarah panjang industri otomotif Jerman.


Mobil Kolektor yang Mulai Langka

Sekarang, Auto Union 1000 Coupe udah jadi mobil yang cukup langka. Produksinya memang nggak sebanyak mobil-mobil lain, dan usianya pun udah lebih dari 60 tahun. Di Indonesia sendiri, keberadaan mobil ini bisa dihitung jari.

Nilainya di pasar kolektor terus naik, apalagi kalau masih dalam kondisi orisinil dan mesin 2-taknya masih jalan. Banyak penggemar mobil klasik rela impor atau restorasi mobil ini karena memang punya nilai sejarah yang tinggi.


Kesimpulan: Mobil Klasik Penuh Sejarah

Auto Union 1000 Coupe bukan cuma sekadar mobil lawas. Mobil ini adalah saksi hidup dari evolusi industri otomotif Jerman, dan bagian penting dari sejarah sebelum Audi menjadi seperti sekarang.

Desainnya yang klasik, teknologi yang unik (kayak mesin 2-tak dan FWD), serta statusnya sebagai mobil langka bikin dia jadi incaran banyak kolektor.

Kalau kamu adalah pecinta sejarah otomotif atau sekadar ingin punya mobil klasik yang beda dari yang lain, Auto Union 1000 Coupe layak banget buat dimasukkan ke dalam wishlist kamu.

BMW 3.0 Si E3: Sedan Besar Sporty dari Era 70-an

BMW 3.0 E3 Classic Cars for Sale | Classic Trader

Apa Itu BMW 3.0 Si E3?

BMW 3.0 Si E3 adalah salah satu sedan besar yang diproduksi BMW di era 1970-an https://mercedes-saigon.com/ , tepatnya antara tahun 1971 hingga 1977. Mobil ini termasuk dalam seri E3, yang juga dikenal sebagai “New Six” — karena membawa mesin 6 silinder baru dari BMW pada masanya.

Kalau kamu lihat desainnya, mungkin kesannya klasik banget. Tapi jangan salah, di balik tampangnya yang elegan, 3.0 Si punya performa mesin yang kencang dan handling yang cukup tajam untuk ukuran sedan besar waktu itu.

Mobil ini juga bisa dibilang sebagai pendahulu dari BMW Seri 7 modern. Jadi, bisa dibilang 3.0 Si ini adalah cikal bakal sedan mewah sporty dari BMW.


Desain Eksterior: Klasik Tapi Gagah

Dari luar, desain BMW 3.0 Si E3 itu khas banget mobil tahun 70-an. Kotak, panjang, tapi tetap kelihatan gagah dan rapi. Gril “kidney” khas BMW masih berbentuk kecil, belum sebesar sekarang. Lampu depan kembar bulat memberi kesan klasik yang timeless.

Yang bikin mobil ini keren adalah proporsinya yang pas. Bagian depan panjang, bodi ramping, dan lekukan bodinya tegas. Nggak heran kalau banyak kolektor mobil klasik yang masih mencari model ini.

Velg orisinalnya juga punya desain sederhana tapi berkelas. Dan, kalau dirawat baik, bodi mobil ini masih bisa terlihat mengkilap sampai sekarang.


Interior: Nyaman, Elegan, dan Mewah untuk Zamannya

Masuk ke dalam kabin, BMW 3.0 Si E3 menawarkan kenyamanan dan kemewahan yang cukup luar biasa untuk mobil tahun 70-an. Joknya empuk, material interior dari kayu dan kulit, serta layout dashboard yang simpel tapi fungsional.

Meski belum ada layar sentuh atau fitur digital modern, mobil ini sudah dilengkapi dengan AC, sistem audio, dan instrumen analog yang lengkap. Posisi duduk pengemudi juga dibuat ergonomis, cocok buat kamu yang suka nyetir jauh.


Performa Mesin: Nggak Kalah Sama Mobil Modern

BMW 3.0 Si E3 dibekali mesin 3.0 liter inline-6 (M30) dengan tenaga sekitar 200 hp. Untuk ukuran tahun 70-an, ini tergolong besar dan bertenaga. Mobil ini bisa lari dari 0 ke 100 km/jam dalam waktu sekitar 8 detik — cukup cepat untuk ukuran sedan besar zaman itu.

Transmisinya manual 4-percepatan atau otomatis 3-percepatan, tergantung varian. Suspensinya juga udah independen, bikin handling-nya enak dan nggak limbung saat dipakai ngebut di jalan tol.

Bahkan sampai sekarang, banyak penggemar mobil klasik yang masih memuji mesin M30 ini karena daya tahannya dan karakter suaranya yang khas.


BMW 3.0 Si vs Sedan Lain di Zamannya

Kalau dibandingin dengan sedan besar lain dari era 70-an, kayak Mercedes-Benz W108 atau Jaguar XJ6, BMW 3.0 Si punya pendekatan yang beda. Kalau Mercedes lebih ke arah kenyamanan dan Jaguar ke kemewahan, BMW lebih menonjolkan sisi sporty-nya.

Handling-nya lebih tajam, mesinnya lebih responsif, dan feel berkendaranya lebih dekat ke mobil sport ketimbang sedan biasa. Inilah yang bikin BMW 3.0 Si jadi pilihan menarik buat yang pengin sedan besar tapi tetap fun to drive.


Nilai Koleksi dan Reputasi Hari Ini

Sekarang, BMW 3.0 Si E3 jadi salah satu mobil klasik yang lumayan dicari, terutama versi dengan kondisi orisinil dan dokumen lengkap. Harganya memang belum setinggi BMW klasik lainnya seperti 2002 atau E9, tapi nilai historisnya nggak kalah penting.

Buat kolektor atau pecinta BMW, 3.0 Si ini punya tempat khusus karena jadi jembatan antara BMW lama dan era modern. Plus, suku cadangnya masih cukup banyak tersedia, terutama di komunitas pecinta BMW klasik.


Kesimpulan: Mobil Jadul yang Masih Punya Gaya

BMW 3.0 Si E3 mungkin udah berumur lebih dari 40 tahun, tapi aura sporty dan elegannya masih terasa banget. Desain klasik, performa mesin yang masih bisa diandalkan, dan kenyamanan khas sedan besar bikin mobil ini cocok buat kamu yang ingin tampil beda di jalan.

Porsche 914/8: Hanya Dua Unit di Dunia

1970 Porsche 914-8 by DRIVEN co

914/8: Porsche Kecil dengan Jantung V8 Ganas

Kalau dengar nama Porsche 914 https://mercedes-saigon.com/ , mungkin yang terbayang adalah mobil kecil dua pintu dengan desain simpel. Tapi tahukah kamu kalau ada versi ekstrem dari mobil ini yang dikasih mesin V8?

Itulah Porsche 914/8, versi gila dari 914 yang hanya ada dua unit di dunia. Mobil ini bukan buat umum, bukan juga buat dijual. Ini murni eksperimen teknik Porsche, dan sekarang jadi salah satu mobil paling misterius dan legendaris yang pernah mereka buat.


Kok Bisa Ada Mesin V8 di Bodi Kecil 914?

Jadi ceritanya begini. Porsche awalnya bikin 914 sebagai mobil sport entry-level. Biasanya pakai mesin 4 silinder atau 6 silinder, cukup buat jalan-jalan cepat tapi nggak ekstrem.

Tapi tahun 1969, para insinyur Porsche kepikiran buat masukin mesin V8 3.0 liter dari Porsche 908 (mobil balap Le Mans) ke dalam bodi mungil 914. Hasilnya? 914/8.

Bayangin mobil kecil dengan mesin balap di belakangnya. Kombinasi ini bikin 914/8 jadi monster kecil yang siap ngebut kapan aja.


Unit Pertama: Hadiah Ulang Tahun Bos Besar Porsche

Dari dua unit 914/8 yang dibuat, unit pertama dikasih langsung ke Ferdinand Piëch, yang waktu itu kepala divisi pengembangan Porsche (dan cucu Ferdinand Porsche sendiri). Mobil ini jadi hadiah ulang tahun dan alat tes jalan.

Mobil ini pakai mesin V8 dengan 260 hp, dan bodinya hampir mirip dengan 914 biasa. Tapi karena kecepatan dan performanya jauh di atas rata-rata, dia jadi bahan uji rahasia Porsche buat eksperimen mesin dan sasis.


Unit Kedua: Versi Track-Ready Lebih Ganas

Kalau unit pertama masih agak “kalem”, unit kedua 914/8 lebih ekstrim. Dikhususkan buat lintasan balap, mobil ini dipersenjatai mesin V8 350 hp, roll cage, rem balap, dan interior stripped-down.

Bedanya sangat jelas: nggak ada kemewahan, nggak ada kenyamanan. Ini murni mobil untuk performa maksimal. Dan sekarang mobil ini disimpan rapi di museum resmi Porsche di Stuttgart, Jerman.


Tampangnya Biasa, Isinya Luar Biasa

Satu hal menarik dari 914/8 adalah tampangnya yang low-profile. Sekilas orang bakal ngira ini 914 biasa. Tapi di balik kap belakangnya tersembunyi mesin buas yang bikin mobil ini bisa ngalahin banyak supercar di masanya.

914/8 adalah contoh nyata pepatah: “jangan nilai mobil dari tampilannya”. Mobil ini punya DNA balap, tapi disamarkan dalam wujud mobil kompak yang nggak banyak gaya.


Kenapa Cuma Dibikin Dua?

Alasan utamanya? Biaya dan risiko. Bikin mobil kecil dengan mesin besar itu nggak gampang. Sasis harus diperkuat, handling harus disesuaikan, dan sistem pendingin juga harus ditingkatkan.

Ditambah lagi, Porsche waktu itu lebih fokus ke model 911 dan mobil balap Le Mans. Jadi 914/8 tetap jadi proyek eksperimental internal, bukan produk massal.

Tapi justru karena itu, sekarang 914/8 jadi legenda hidup. Karena cuma ada dua unit, dan keduanya punya cerita sendiri.


Sekarang Di Mana 914/8 Berada?

  • Unit pertama milik Piëch kabarnya masih disimpan pribadi, mungkin jadi bagian dari koleksi keluarga atau museum grup Volkswagen. Sangat jarang dipamerkan ke publik.

  • Unit kedua sudah masuk ke Porsche Museum dan bisa dilihat pengunjung yang datang ke Stuttgart.

Dua mobil ini nggak pernah dijual secara resmi, jadi bisa dibilang nilainya tak ternilai. Bahkan kalau dilelang, harganya mungkin bisa tembus jutaan dolar.


Penutup: Mobil Rahasia yang Bikin Kagum Dunia

Porsche 914/8 bukan cuma mobil langka, tapi juga simbol inovasi gila dari Porsche. Di saat pabrikan lain main aman, Porsche nekat masukin mesin V8 ke mobil kecil mereka. Hasilnya? Dua unit yang sekarang jadi legenda.

Kalau kamu ngaku penggemar Porsche sejati, nama 914/8 wajib kamu kenal. Karena inilah salah satu eksperimen paling liar yang pernah keluar dari garasi Stuttgart.

Porsche 911 Speedster 1989: Roadster Windscreen Pendek

1989 PORSCHE 911 SPEEDSTER for sale by auction in Kettering, United Kingdom

Mobil Sport Tapi Gaya Santai, Itulah Speedster 1989

Pernah lihat Porsche tapi kok kacanya pendek banget? Nah, itu dia Porsche 911 Speedster tahun 1989 https://mercedes-saigon.com/ . Mobil ini jadi salah satu model yang paling unik di jajaran 911 karena tampilannya beda dari yang lain. Bukan cuma soal performa, tapi juga soal gaya.

Mobil ini dibuat buat kamu yang pengen tampil beda dan suka sensasi berkendara terbuka. Roadster ini punya atap soft-top yang bisa dibuka, dan windscreen-nya lebih pendek dari Porsche 911 biasanya. Jadi kelihatan makin ceper dan sporty.


Asal Mula Speedster: Dari Balap ke Jalan Raya

Nama Speedster sebenarnya udah lama dipakai Porsche sejak tahun 1950-an. Awalnya dipakai di 356 Speedster, mobil ringan yang dibuat buat balapan tapi masih legal dipakai di jalan raya.

Nah, tahun 1989, Porsche akhirnya menghidupkan lagi nama Speedster buat seri 911. Model ini jadi penutup manis dari generasi 911 Carrera 3.2, sekaligus nostalgia ke masa kejayaan Porsche klasik.


Cuma Diproduksi Setahun, Jadi Buruan Kolektor

Porsche 911 Speedster 1989 cuma diproduksi selama satu tahun aja, dan jumlahnya pun terbatas. Total hanya ada sekitar 2.104 unit yang dibuat, dan sebagian besar dikirim ke Amerika Serikat.

Karena produksinya terbatas dan desainnya beda dari 911 lainnya, mobil ini sekarang jadi incaran para kolektor. Apalagi kalau kondisinya masih orisinal dan terawat, harganya bisa naik terus dari tahun ke tahun.


Ciri Khas Speedster: Kaca Pendek & Atap Minimalis

Yang bikin Porsche 911 Speedster beda dari varian 911 lainnya adalah:

  • Kaca depan super pendek dan miring, bikin tampilan makin ceper.

  • Atap soft-top manual yang simpel banget, bahkan bisa dibilang setengah fungsional. Nggak buat hujan deras deh.

  • Tutup belakang khas Speedster, dengan desain cangkang ganda di balik jok.

  • Biasanya cuma punya dua jok, tanpa kursi belakang.

Kalau dilihat dari samping, siluetnya beda banget dari 911 biasa. Lebih mirip mobil balap klasik tapi tetap bisa kamu ajak cruising sore-sore.


Performa Tetap Galak, Walau Gayanya Santai

Walaupun tampilannya santai dan terbuka, jangan salah. Mesin 3.2-liter flat-six yang dipakai Speedster ini tetap punya tenaga yang bisa diandalkan. Tenaganya sekitar 231 horsepower, cukup buat ngebut dengan gaya.

Transmisi 5-percepatan manual bikin pengalaman nyetir makin seru, apalagi dengan posisi duduk yang rendah dan angin yang langsung nyamber muka. Sensasinya beda, bro!


Interior Minimalis Tapi Khas Porsche

Bagian dalam Speedster ini nggak neko-neko. Dashboard-nya khas Porsche 911 era 80-an, sederhana tapi fungsional. Biasanya jok pakai bahan kulit, dan karena nggak ada kursi belakang, ruang jadi lebih lega buat dua orang.

Nggak banyak fitur modern, tapi justru itu yang bikin mobil ini kerasa raw dan jujur. Mobil ini bukan buat dimanja teknologi, tapi buat ngerasain langsung hubungan antara mobil dan pengemudi.


Harga dan Nilai Investasi Sekarang

Karena langka dan punya nilai sejarah, Porsche 911 Speedster 1989 sekarang udah masuk kategori koleksi. Harganya bisa mulai dari US$150.000 ke atas, tergantung kondisi, dokumen, dan orisinalitasnya.

Banyak kolektor mobil klasik yang nyari model ini karena dianggap punya nilai investasi jangka panjang. Apalagi kalau unitnya low mileage dan belum pernah kena modifikasi aneh-aneh.


Kesimpulan: Mobil Buat Kolektor Sekaligus Penikmat Jalanan

Porsche 911 Speedster 1989 itu kayak percampuran antara seni dan performa. Cocok banget buat yang suka gaya klasik, tapi juga pengen nyetir mobil sport beneran. Kaca pendek, atap terbuka, dan mesin bertenaga bikin mobil ini beda dari semua 911 lainnya.

Volkswagen Beetle Zwitter: Kodok Transisi Hanya Muncul Setahun

Volkswagen “Zwitter” Kumbang Coupe 1952 |

Apa Itu Volkswagen Beetle Zwitter?

Kalau kamu suka mobil klasik, nama Volkswagen Beetle https://mercedes-saigon.com/ pasti udah nggak asing. Tapi pernah denger yang namanya Zwitter? Nah, ini bukan sembarang kodok. Zwitter adalah julukan buat VW Beetle versi transisi yang cuma diproduksi dari Oktober 1952 sampai Maret 1953 aja. Cuma setengah tahun, bro!

Nama “Zwitter” sendiri asalnya dari bahasa Jerman yang artinya “campuran” atau “transisi”. Kenapa? Karena mobil ini punya campuran part dari versi lama (split window) dan versi baru (oval window). Jadilah dia anak tengah yang cuma numpang lewat sebentar, tapi sekarang diburu habis-habisan sama kolektor.


Kenapa Disebut “Kodok Transisi”?

Jadi ceritanya gini. VW waktu itu lagi mau ganti desain dari split window jadi oval window. Tapi produksi oval window belum siap 100%, jadi mereka keluarin model sementara. Nah, Zwitter ini punya body split window, tapi dashboard dan beberapa komponen udah ngikutin model oval window.

Makanya unik banget, kayak mobil yang bingung identitas. Tapi justru di situlah daya tariknya. Kombinasi unik ini bikin Zwitter jadi barang langka dan punya nilai sejarah yang tinggi.


Ciri Khas VW Zwitter yang Nggak Dimiliki Beetle Lain

Buat yang penasaran, ini nih beberapa ciri khas Zwitter:

  • Kaca belakang split (belah dua), tapi dashboard-nya udah model oval.

  • Speedometer dan panel instrumen udah pakai gaya modern.

  • Interior campuran: sebagian pakai part dari model lama, sebagian dari model baru.

  • Diproduksi sangat terbatas, cuma dalam waktu 6 bulan.

Kalau kamu nemu Beetle kayak gini, bisa dipastikan itu Zwitter. Dan harganya? Siap-siap rogoh kantong dalam-dalam.


Kenapa Zwitter Jadi Incaran Kolektor?

Pertama, karena langka. Produksi cuma beberapa bulan artinya unit yang tersisa sekarang bisa dihitung jari, apalagi yang masih orisinal. Kedua, karena transisi ini cuma sekali terjadi di sejarah VW Beetle.

Buat para kolektor, mobil kayak gini tuh emas. Semakin langka dan orisinal, harganya bisa selangit. Bahkan ada yang berani bayar ratusan juta sampai miliaran rupiah buat dapetin satu unit Zwitter yang utuh.


Restorasi Zwitter: Tantangan dan Kepuasan

Kalau kamu pengen restorasi VW Zwitter, siap-siap dengan tantangannya. Karena part-nya campuran, kamu harus cari komponen yang pas banget sama periode Oktober 1952 – Maret 1953. Salah beli part, Zwitter kamu malah jadi Beetle biasa.

Tapi kalau berhasil? Rasanya puas banget. Punya satu Zwitter yang full orisinal itu kayak punya artefak sejarah. Apalagi kalau kamu pamerin di event mobil klasik, bisa jadi bintang utama.


Penutup: Zwitter, Si Kodok yang Hanya Sekali Muncul

Zwitter bukan sekadar VW Beetle biasa. Dia adalah bukti sejarah otomotif, penanda perubahan zaman dari model lama ke model baru. Walau cuma muncul setahun, tapi pengaruhnya besar banget di komunitas pecinta kodok.

Kalau kamu nemu satu, rawat baik-baik. Karena siapa tahu, itu adalah salah satu dari sedikit Zwitter yang masih hidup sampai sekarang.

Volkswagen Golf Rallye: Hatchback AWD Super Langka

Ex-Works: 1990 Volkswagen Golf G60 Rallye 4x4

Awal Mula Golf Rallye: Bukan Golf Biasa

Kalau kamu dengar nama Volkswagen Golf https://mercedes-saigon.com/ , pasti langsung kepikiran hatchback kompak buat harian. Tapi kalau udah ngomongin Golf Rallye, ini cerita yang beda banget. Ini bukan sekadar Golf biasa — ini versi spesial, berpenggerak AWD, dan dibuat buat balapan reli.

Mobil ini muncul di akhir tahun 80-an, tepatnya 1989, sebagai bagian dari upaya Volkswagen buat masuk ke dunia reli Group A. Golf Rallye dibikin terbatas dan langsung jadi barang langka sejak awal.


Tampilan Gagah & Kotak Khas Era 80-an

Kalau kamu lihat tampilannya, langsung kelihatan beda dari Golf biasa. Body-nya lebih lebar, berkat overfender yang bikin kesan agresif makin kuat. Bumper depan-belakang dirancang khusus, dengan gaya yang mengotak — khas mobil reli tahun 80-90an.

Grille depannya juga unik, pakai empat lampu bulat yang bikin look-nya makin sangar. Banyak orang bilang ini salah satu Golf paling ganteng yang pernah dibuat — dan nggak berlebihan.


Mesin G60 Supercharged: Kecil Tapi Nendang

Golf Rallye dibekali mesin 1.8 liter G60, yang artinya mesin ini dilengkapi dengan G-Lader supercharger — teknologi khas Volkswagen saat itu. Tenaga yang dihasilkan sekitar 160 hp, tapi karena bodinya ringan dan punya AWD, akselerasinya galak banget.

Mobil ini bisa ngebut dari 0-100 km/jam dalam waktu di bawah 8 detik, dan itu kenceng banget untuk ukuran hatchback kecil di tahun 1989.


All-Wheel Drive: Nempel di Aspal Maupun Lumpur

Salah satu daya tarik utama Golf Rallye adalah sistem penggerak semua roda alias AWD. Nggak banyak hatchback di zamannya yang punya fitur ini. Sistem AWD-nya bikin mobil ini punya traksi maksimal, apalagi pas dipakai di jalanan basah atau berbatu.

Ini yang bikin dia cocok banget buat reli, tapi tetap fun juga dipakai harian. Mau diajak ngebut di tikungan, atau diajak jalan jauh di medan susah, mobil ini tetap stabil dan enak dikendalikan.


Produksi Super Terbatas: Cuma 5.000 Unit

Sesuai regulasi reli FIA waktu itu, Volkswagen harus bikin minimal 5.000 unit buat homologasi. Jadi Golf Rallye cuma diproduksi sebanyak itu — dan semua dibuat di Belgia, bukan di Jerman.

Nggak heran kalau sekarang unitnya susah banget dicari. Bahkan di Eropa pun mobil ini jadi barang buruan kolektor. Kalau kamu lihat satu di jalanan Indonesia, itu bisa dibilang super langka.


Interior Simpel Tapi Sporty

Di dalam kabin, nuansa sporty cukup terasa walaupun desainnya tetap simpel. Jok sport semi-bucket, setir tiga palang, dan panel instrumen yang fokus ke pengemudi jadi ciri khasnya.

Jangan berharap fitur canggih, karena ini mobil era analog. Tapi justru itu yang bikin aura klasiknya dapet banget. Mobil ini dirancang bukan buat kenyamanan mewah, tapi buat kesenangan nyetir.


Daya Tarik Buat Kolektor Mobil Klasik

Buat kamu yang suka mobil langka dengan sejarah balap, Golf Rallye ini bisa jadi holy grail. Apalagi kondisinya masih orisinil dan sehat — harganya bisa selangit.

Beberapa unit yang masih lengkap dan utuh bisa laku sampai puluhan ribu euro. Dan karena jumlahnya dikit, nilainya terus naik. Bisa dibilang, ini investasi otomotif klasik yang menjanjikan.


Golf Rallye vs Golf GTI: Mana yang Lebih Gokil?

Banyak orang bandingkan Golf Rallye sama GTI. Memang GTI lebih terkenal dan banyak variannya. Tapi Rallye itu lebih eksklusif. GTI lebih ke arah hot hatch jalanan, sementara Rallye lahir dari darah balap — lebih buas dan lebih unik.

Kalau kamu suka yang beda dan punya jiwa reli, Golf Rallye jauh lebih menggoda.


Kesimpulan: Hatchback Langka dengan Aura Balap

Volkswagen Golf Rallye bukan cuma hatchback biasa. Ini mobil yang diciptakan buat balapan, tapi tetap bisa dipakai harian. Tampilannya kalem tapi sangar, mesinnya kecil tapi gahar, dan yang pasti — langka banget.

Buat pecinta mobil klasik, apalagi yang suka VW, Rallye ini jadi mobil impian. Kombinasi desain keren, performa solid, dan sejarah reli yang kuat bikin dia pantas dapat tempat spesial di garasi.